Abadi Nirwanaku
Abadi Nirwanaku

Abadi Nirwanaku

0 Shares
0
0
0
Belasan tahun silam,
goresan takdir menjadikanmu ibundaku.
Rasa lara yang mencekam
seolah sirna kala sendu memecah bisu.

Kau tak sekadar hawa,
sebab Tuhan ciptakan kau sebagai jalan menuju nirwana.
Bak Siti Hajar pada Ismail, anaknya,
kau rela tepar demi harsa yang kami rasa.

Bun...
Kirana terpatri di wajahmu,
membuat renjana ini hadir selalu,
hingga insan ini tak mau aksa darimu.

Meski raut wajahmu kini kian berkerut,
dahayu parasmu melekat di wajahku,
sebab kita senantiasa tertaut,
karena aku sama sepertimu.

Bun...
Doaku satu,
semoga kau sehat selalu,
abadi denganku.

Siniar Audio

Citation is loading...
26 comments
    1. Puisi ini sangat indah dan menyentuh hati pembaca. Pemilihan diksinya penuh makna, seperti pada kata “renjana”, “kirana”, dan “aksa” yang menggambarkan cinta serta kerinduan mendalam hingga muncul keinginan untuk tidak jauh dari ibunda. Diksi-diksi tersebut mengekspresikan kekaguman penyair kepada sosok ibu. Perbandingan dengan kisah Siti Hajar dan Ismail semakin memperkuat makna pengorbanan seorang ibu. Pada penggalan puisi “sebab Tuhan ciptakan kau sebagai jalan menuju nirwana”, tersirat makna bahwa ibunda adalah penuntun menuju kebahagiaan bagi sang penyair. Di akhir puisi, penyair berharap selalu ada kehadiran dan kebersamaan antara seorang ibu dan anaknya.

  1. Cristina S Simarmata
    NIM : 25016016
    Puisi ini sangat menyentuh dan memiliki makna mendalam tentang cinta seorang anak kepada ibu. Pilihan diksi yang lembut dan religius, seperti “nirwana” dan “Siti Hajar,” menambah nuansa suci pada penggambaran sosok ibu. Irama puisinya mengalun tenang, menghadirkan perasaan haru dan penghormatan yang tulus. Selain indah secara bahasa, puisi ini juga menyampaikan nilai moral tentang bakti dan penghargaan kepada orang tua. Secara keseluruhan, karya ini berhasil menggugah emosi pembaca dan mengingatkan betapa besar peran ibu dalam kehidupan setiap insan.

  2. Puisi ini sangat menyentuh karena menggambarkan kasih sayang dan pengorbanan seorang ibu dengan bahasa yang indah dan penuh makna. Bagian yang menyinggung kisah Siti Hajar dan Ismail semakin memperdalam makna puisi, karena melambangkan perjuangan seorang ibu yang rela berkorban demi kebahagiaan anaknya. Penulis juga menggunakan pilihan diksi yang unik dan jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memberikan kesan sastra yang tinggi. Kesan yang ditinggalkan sangat haru dan membuat pembaca merenungkan kembali jasa seorang ibu. Secara keseluruhan, puisi ini berhasil menggugah emosi dan memberikan pesan moral yang kuat tentang ketulusan cinta seorang ibu.

  3. Puisi ini sangat menyentuh hati, penulis yang meminta untuk ibu untuk tetap abadi di sampingnya. Meski usia ibu sudah tidak lagi muda tapi kecantikan di wajahnya mulai berkerut. Kami akan terus mendoakan untuk kebahagiaan dan keselamatan dunia akhirat ibu, sehat selalu kehidupanku.

  4. Puisi ini membuat saya teringat akan malaikat saya. Penggambaran tentang ibu terasa hangat sampai saya ikut terbawa suasana. Tiap bait menghadirkan rasa haru yang lembut dan bikin saya teringat pada kasih ibu yang tulus. Bahasanya sederhana tapi dalam, jadi pesannya terasa sampai hati.

  5. Puisi ini sangat indah, mampus menyentuh hati para pembaca. Bagaimana seorang “Bunda” digambar
    kan pada puisi ini begitu indah. Pemilihan kata dan rangkaian nya mampus menciptakan kalimat yang begitu dalam . Puisi ini memberikan pesan bahwa cinta seorang ibu sangat tulus kepada anaknya.

    1. Wahh,menurut saya puisi “Abadi Nirwanaku” adalah persembahan yang menyentuh hati tentang penghormatan dan rasa syukur seorang anak kepada Ibunya. Dengan diksi yang indah dan puitis (seperti nirwana, kirana, dan renjana), puisi ini berhasil mengagungkan peran Ibu sebagai “jalan menuju surga” dan sumber kebahagiaan sejati. Kasih sayang dan ikatan batin yang abadi tersampaikan dengan kuat.

  6. Puisi yang bagus dan menyentuh hati. karena dalam puisi ini penulis betul-betul berhasil menggambarkan bentuk cinta seorang anak kepada ibunya. Pada bagian awal pembaca mudah memahami makna puisiK kemudian pada bait berikutnya mulai timbul kalimat filosofis yang mengajak pembaca berpikir mengenai tafsiran puisinya. Digambarkan pula kalau Sang anak dalam puisi ini serupa sekali dengan ibunya, yaitu pada kalimat,” karena aku sama sepertimu.” Bagian itu sangat menyentuh hati.

  7. Dari puisi yang berjudul”Abadi Nirwanaku”sangat menyentuh hati saat membacanya,memberikan makna disetiap baitnya,dimana menceritakan batapa besar kasih sayang seorang anak kepada ibunya yang selalu berkorban, memberikan kenyamanan dan kasih sayang,walaupun ibunya tidak muda lagi,tetapi kasih sayangnya tetap terasa tidak akan berubah, mengingatkan aku sebagai anak yang telah ditinggal mama pergi,betapa senangnya dulu selalu mendapatkan kasih sayang dan perhatian mama yang sangat berharga,maka dari itu sayangilah ibumu selalu doakan kesehatan serta kebahagiannya,karena ibu adalah malaikat kita

  8. Puisi ini sangat indah dan menyentuh kalbu.
    Puisi ini menggunakan sudut pandang orang pertama, ditandai dengan hadirnya tokoh “aku” yang ber2bicara langsung kepada sosok ibunya. Penyair menempatkan diri sebagai anak yang sedang mengenang, memuji, dan mendoakan ibunya dengan penuh kedekatan emosional. Sudut pandang ini membuat suasana puisi menjadi sangat personal karena pembaca diajak masuk ke dalam perasaan dan ingatan sang anak. Melalui perspektif ini, saya bisa merasakan betapa besar rasa hormat, syukur, dan cinta yang dimiliki tokoh terhadap ibunya. Sehingga, puisi terasa lebih intim dan menyentuh karena disampaikan dari suara batin seorang anak yang merawat kenangan dan kasihnya.

  9. Puisi ini sangat menyentuh karena menghadirkan hubungan yang intim
    antara seorang anak dan ibunya. Pilihan diksi seperti “goresan takdir,” “sendu
    memecah bisu,” hingga “kau rela tepar demi harsa yang kami rasa” memperkuat
    nuansa pengabdian dan kasih ibu yang tak terukur. Meski sederhana, puisi ini
    memancarkan rasa syukur, kerinduan, serta ketakutan kehilangan yang kerap
    dirasakan seorang anak ketika melihat ibunya menua.

  10. puisi ini menampilkan penghormatan terhadap ibu melalui bahasa yang indah dan lembut. Penulis menggambarkan kecantikan ibu yang tidak memudar meski usia terus bertambah, menegaskan bahwa kasih sayang membuat sosok ibu selalu tampak abadi. Pesan tentang doa untuk kesehatan dan kebersamaan juga menambah kedalaman makna puisi. Dengan demikian, puisi ini bukan hanya karya sastra, tetapi juga bentuk pengabdian hati seorang anak kepada ibunya.

  11. Karya ini sangat indah dan sarat dengan emosi. Penulis mampu menghadirkan perasaan kehilangan dan kerinduan melalui bahasa yang puitis dan penuh makna. Saya merasa pembaca dapat merasakan kedalaman emosi yang ingin disampaikan melalui pemilihan diksi yang pas. Teks ini juga mengajak pembaca untuk merenung tentang makna kenangan dan keabadian dalam kehidupan. Saya menyarankan penulis menambahkan sedikit konteks agar pembaca lebih mudah memahami latar perasaan yang ingin disampaikan.

  12. Puisi ini bercerita tentang rasa sayang seorang anak kepada ibunya yang sudah menemani dan berjuang sejak dulu. Setiap baitnya menggambarkan hubungan yang dekat dan penuh kenangan antara keduanya. Bagian akhirnya yang berisi doa membuat keseluruhan puisi terasa hangat dan mudah dipahami.

  13. Puisi ini sangat menyentuh hati saya ketika membacanya.Setiap bait yang ada dipuisi memiliki makna yang mendalam dimana ibunya rela berkorban untuk kebahagian anaknya.Diksi yang digunakan oleh penulis itu menambah kesan yang indah pada setiap kata yang ada dipuisi.Penulis berhasil membuat pembaca ikut merasa terharu lewat gambaran kasih sayang yang tidak akan hilang walau waktu terus berjalan. Puisi ini mengingatkan kita bahwa mendoakan dan menyayangi ibu adalah cara terbaik untuk membalas segala kebaikannya.

  14. NAMA: NURALISA PUTRI ANDITA
    NIM: 25036030
    GWA: BI-NS-250
    Puisi ini kuat secara emosional karena menggambarkan hubungan ibu dan anak dengan bahasa yang lembut dan penuh penghormatan. Pilihan kata seperti “jalan menuju nirwana” dan “tepar demi harsa yang kami rasa” berhasil menegaskan pengorbanan seorang ibu. Penyair juga menampilkan gambaran visual yang indah, seperti wajah ibu yang tetap memancarkan keteduhan meski menua. Keseluruhan baitnya menyampaikan rasa syukur yang mendalam.

    Selain itu, pesan moral puisi ini terasa jelas dan menyentuh. Doa di bagian akhir memperlihatkan harapan tulus seorang anak terhadap kesehatan ibunya. Gaya bahasanya puitis namun mudah dipahami, membuat maknanya dapat diterima oleh pembaca dari berbagai kalangan. Puisi ini mengingatkan bahwa kasih sayang seorang ibu bersifat abadi dan patut dihargai setiap waktu.

  15. Puisi ini sangat menghanyutkan dan menyentuh hati dengan kehangatan kasih sayang mendalam seorang ibu. Penulis menggunakan diksi yang kuat, analogi yang luar biasa untuk menggambarkan pengorbanan seorang ibu. Lalu penulis juga membuat deskripsi emosional mengenai ibu yaitu ibu mulai berkerut. Ini menandakan bahwa menjadi seorang ibu adalah hal yang dilakukan seumur hidup.

    Puisi ini juga berisi harapan dan juga doa dari seorang anak. Puisi ini memberikan sebuah kesan yang mendalam tentang ketulusan sang ibu kasih sayang anak dan juga ikatan batin antara ibu dan anak. Karya ini sangat sangat bagus karena menceritakan tentang pengorbanan dan penerimaan takdir dari ibu. Karya ini juga memberikan sudut pandang dari seorang anak yang sangat berterima kasih kepada ibunya.

  16. Puisi ini menghadirkan kehangatan dan rasa haru. Ungkapan cinta kepada ibu disampaikan dengan lembut dan penuh makna. Setiap baitnya memancarkan ketulusan, membuat pembaca ikut merasakan kasih yang abadi antara anak dan ibunya.

  17. Puisi ini memiliki kekuatan emosional yang kuat karena
    menggambarkan hubungan anak dan ibu dengan bahasa yang puitis dan
    menyentuh. Namun ada beberapa kalimat yang menggunakan bahasa yang sulit dipaham,sehingga pembaca sedikit susah untuk memahami makna nya

  18. Puisi ini tentang seorang anak dan ibunya, menggambarkan seorang anak yang dilahirkan pada belasan tahun yang lalu. Puisi ini berisi penghormatan dan rasa bersyukur terhadap orang tuanya.
    Sosok ibu disini sangat mulia, dia bukan sekedar orang tua biasa tapi juga “jalan menuju surga” dia juga di sandingkan dengan ketangguhan Siti Hajar yang rela berkorban mati-matian demi anaknya. dan disini juga digambarkan sang ibu rela hancur hanya demi memberikan kebahagiaan bagi anak-anaknya. teks puisi ini menggambarkan kasih sayang ibu tanpa ada batasnya yang tidak dapat di ganti oleh kita, dan juga pengorbanan yang sangat besar.

  19. Puisi ini memiliki keindahan yang mendalam karena menggambarkan perjalanan menuju kedamaian batin dengan bahasa yang lembut dan penuh makna. Puisi ini mengajak pembaca untuk merenung dan menyadari bahwa kebahagiaan sejati seringkali ditemukan dari dalam diri sendiri, bukan dari hal-hal yang bersifat sementara. Saya merasa bahwa suasana yang dibangun dalam puisi ini membuat pembaca ikut merasakan ketenangan yang ingin disampaikan.

  20. Puisi ini menyentuh karena memadukan citra religius,emosi personal,dan penghormatan mendalam terhadap sosok ibu,pilihan diksi seperti nirwana renjanadan dahayu memberikan nuansa puitis yang lembut sekaligus sakral.

  21. Puisi ini mengekspresikan kasih sayang anak kepada ibu secara tulus dan mendalam. Penyair berhasil menghadirkan sosok ibu bukan hanya sebagai figur biologis, tetapi sebagai pusat spiritual dan emosional kehidupan sang anak. Penggambaran ibu sebagai jalan menuju nirwana menegaskan peran ibu sebagai sumber ketenangan, penuntun moral, sekaligus cahaya dalam perjalanan hidup. Bahasa yang lembut membuat suasana puisi terasa intim dan reflektif.

    Penyair menggambarkan perubahan fisik ibu akibat usia tanpa menjadikannya sebagai kehilangan keindahan. Justru, perubahan tersebut diposisikan sebagai tanda keteguhan, ketulusan, dan perjalanan panjang pengabdian. Penutup berupa doa memperkuat dimensi spiritual puisi, menunjukkan bahwa cinta anak kepada ibu tidak hanya diwujudkan melalui kata, tetapi juga melalui harapan dan permohonan yang tulus kepada Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *