Tiga Puisi Menjerat oleh Api-Api Karya Kang Thohir
Puisi 1: Menjerat oleh Api-Api Di sini aku masih menantiMenara asa di ujung senjaBerlibur suram menikmatiMenjerat oleh api-apiBrebes, 15 Maret…
Aroma Cengkeh
“Apakah kita akan segera sampai, Kak?” Pertanyaan itu membuatku tersadar. Kini, di hadapanku terhampar biru yang dihiasi dengan awan…
Di Balik Saweran Digital: Ketika Pengakuan Tidak Lagi Memanusiakan
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) telah menciptakan bentuk interaksi sosial berbasis digital. Di era yang serba digital seperti ini,…
Saat Humor Tidak Lagi Sama Ketika Kita Bertumbuh
Banyak orang menyadari bahwa lelucon yang dulu terasa sangat lucu kini tidak lagi memicu tawa seperti sebelumnya. Perubahan…
Pemain Ulung
Aku tidak jatuh cinta,sungguh, aku tidak jatuh lalu cinta.Aku hanya diam,lalu menyadari sesuatu.Rasa yang meraup dadaku,tiba-tiba menenggelamkan akalku.Entah…
Bagaimana Jika Dunia Ini Hanya Simulasi?
Bayangkan suatu pagi yang tampak biasa: cahaya matahari menyelinap melalui celah jendela, suara kendaraan bersahutan di kejauhan, dan…