Gema dari Sitinjau Lauik
Gema dari Sitinjau Lauik

Gema dari Sitinjau Lauik

0 Shares
0
0
0

Pada suatu sore yang cerah, dua pasang remaja menaiki sebuah mobil jeep tua berwarna hijau lumut, berderak namun tangguh. Angin sore menyapu rambut mereka, dan tawa mereka menggema di sepanjang kelok Sitinjau Lauik, Padang. Mereka adalah Riko dan Lela, serta Dimas dan Naya—empat sahabat yang menyukai petualangan dan lagu-lagu yang mereka mainkan dengan gitar tua milik Riko.

Gitar itu selalu ada dalam setiap perjalanan mereka, tergolek di kursi belakang, kadang berpindah ke pangkuan Naya saat ia menyanyikan lagu cinta yang belum selesai ditulis. Hari itu, mereka menuju puncak bukit untuk menyaksikan matahari tenggelam. Tapi takdir berkata lain.

Di sebuah tikungan tajam, rem mobil mendadak blong. Riko berteriak panik, Lela menggenggam tangan Dimas, dan Naya memeluk gitar tua itu erat-erat. Jeep itu meluncur tak terkendali, menabrak pembatas dan terjun ke dalam jurang yang dalam, tertelan rimba dan waktu.

*****

Tiga ratus tahun kemudian.

Kota Padang telah berubah. Pesisirnya meluas, dan sebagian besar wilayah Sitinjau Lauik kini menjadi lautan akibat pergeseran bumi dan naiknya permukaan air laut. Di titik yang dulunya adalah jurang itu, kini terbentang hamparan biru yang dalam dan sunyi.

Seorang penyelam arkeolog bernama Dresta turun ke kedalaman laut untuk mencari artefak peninggalan masa lampau. Ia tak menyangka akan menemukan sesuatu yang begitu aneh—sebuah benda besar berbentuk kotak berkarat, ditumbuhi karang dan lumut laut.

“Seperti rumah,” gumamnya melalui alat komunikasi dalam helm selamnya.

Saat dia menyelidiki lebih dalam, dia menemukan sesuatu yang menyerupai alat kayu dengan senar. Sudah hampir hancur, tapi bentuknya unik. Ia memindai dan mencatat, menyimpulkan benda itu sebagai “meja makan kuno, mungkin digunakan oleh penghuni rumah dalam ritual mereka.”

Bagi Dresta dan timnya, kendaraan itu adalah rumah laut kuno, dan gitar tua yang tergeletak di dalamnya adalah perabotan berharga.

*****

Di kedalaman, suara samar kadang terdengar, seperti tawa yang terjebak dalam gelembung waktu. Di antara arus yang tenang, bayangan empat remaja masih tertawa, menyanyikan lagu yang tak pernah selesai, membiarkan kenangan mereka mengalun dalam gema abadi Sitinjau Lauik.

Siniar Audio

Citation is loading...
47 comments
  1. Cerita ini sangat bagus, saya suka membacanya karena seolah-olah saya seperti dibawa untuk berimajinasi merasakan apa yang dirasakan tokoh dalam cerita tersebut.

  2. Menurut saya cerita ini sangat menarik dan menyentuh. Awalnya terasa hangat dan penuh keceriaan, namun berakhir tragis dan misterius. kemudian memberi kesan mendalam tentang kenangan yang abadi, seolah tawa dan lagu mereka tetap hidup di dasar laut.

  3. Menurut saya ceritanya sangat menarik, karena ceritanya membuat kita menghargai kenangan dan memahami bahwa waktu bisa berlalu, tetapi jejak kenangannya tetap hidup dalam ingatan.

  4. Ceritanya sangat menarik,Cerita ini menggambarkan persahabatan dan petualangan empat remaja yang berakhir tragis, tapi kenangan mereka tetap hidup bahkan setelah ratusan tahun. Penemuan artefak di dasar laut mengingatkan kita bahwa masa lalu selalu menyimpan cerita yang bisa membuat kita terhubung dengan waktu dan tempat tersebut.

  5. :Cerita ini indah tapi menyentuh, menggabungkan petualangan remaja dengan misteri waktu yang abadi. Tema nostalgia dan kenangan yang tak pernah hilang sangat kuat, gitar tua sebagai simbol lagu cinta yang tak selesai, dan suara tawa yang menggema di laut, menunjukkan bagaimana tragedi bisa menjadi legenda. Ini mengingatkan kita tentang kerapuhan hidup satu kecelakaan bisa mengubah segalanya, tapi kenangan tetap hidup.
    Sebagai pelajaran, selalu periksa kendaraan sebelum perjalanan, dan hargai momen bersama teman. Cerita seperti ini cocok untuk renungan tentang sejarah dan manusia, mungkin inspirasi untuk film atau novel misteri.

    1. Menurut saya, cerita ini sangat bagus. Cerita ini menceritakan masa muda yang penuh persahabatan dan petualangan, walau itu berakhir dengan tragedi yang tak di inginkan, tapi kenangan itu akan tetap ada menyatu dengan labirin waktu.

  6. Cerita ini kuat secara atmosfer, menghadirkan kesedihan, misteri, dan refleksi tentang waktu dalam balutan kisah yang singkat. Gaya penceritaannya halus dan penuh imajinasi, meski aspek ilmiahnya jelas tidak dimaksudkan untuk realistis. Ini adalah cerita yang berhasil memadukan romansa tragedi dan sentuhan futuristik dengan cara yang sederhana namun menyentuh.

  7. Cerita yang menarik dan menyentuh hati pembaca. Penulis mampu menggambarkan keseruan dan kekompakan kedua pasangan ini. Walaupun berkahir tragis, petualangan mereka ternyata terekam beratus-ratus tahun kemudian. Dibagian terdalam Sitinjau Lauik yang kini telah menjadi hamparan laut yang dalam dan sunyi suara alunan gitar dan kebersamaan mereka tetap abadi.

  8. Dari cerita ini kita belajar bagaimana cara kita menghargai sesuatu. Dari sini kita mengetahui bahwa sebuah persahabatan yang penuh dengan tawa dapat berakhir dengan hal yang kita tidak pernah tahu. Entah itu karena hal baik ataupun hal buruk. Namun yang jelas, tawa mereka yang menggema memberikan arti tentang persahabatan yang tidak akan pernah berakhir. Dari cerita ini juga kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kita harus tetap berhati hati didalam berpergian dan tidak larut dalam tawa tanpa memperhatikan kehati hatian.

  9. Cerita ini menarik karena dimulai dengan suasana yang ceria, tetapi tiba-tiba berubah menjadi peristiwa yang menyedihkan. Empat remaja itu digambarkan sedang menikmati kebersamaan, sehingga akhir perjalanan mereka terasa sangat disayangkan.
    Bagian setelah tiga ratus tahun berlalu juga memberi kesan berbeda. Dunia sudah berubah, namun benda-benda peninggalan mereka masih tersisa. Hal yang membuat cerita ini sedikit lucu adalah ketika gitar yang rusak disangka sebagai meja makan. Kesalahan itu terasa wajar, tapi tetap membuat pembaca tersenyum.
    Secara keseluruhan, ceritanya sederhana tetapi meninggalkan kesan. Ada sedihnya, ada lucunya, dan ada bagian yang membuat pembaca berpikir tentang bagaimana waktu bisa mengubah banyak hal.

    1. Menurut saya cerita ini sangat plot twis,karena perubahan suasananya dari cerita yang berawal ceria dan dipenuhi tawa berakhir dengan sebuah tragedi yang membuat pembaca menjadi kaget dan sedih.Walaupun ceritanya berakhir dengan kejadian yang sangat teragis,tetapi kenangan mereka berempat selalu menggema dalam kedalaman laut dan kenangan mereka yang akan tetap abadi.

  10. Cerita ini sangat menarik, alur cerita yang digunakan juga sangat bagus. Apalagi cerita ini membahas kisah persahabatan yang abadi sampai di telan waktu.

  11. Cerita ini menarik karena menggunakan alur maju jauh ke masa depan sehingga memberi kejutan bagi pembaca. Bahasanya cukup jelas dan menggambarkan suasana dengan baik, terutama saat bagian kecelakaan dan penemuan di dasar laut. Ide tentang kesalahan arkeolog dalam menafsirkan peninggalan masa lalu juga memberi pesan bahwa sejarah bisa disalahpahami jika bukti tidak lengkap. Cerita ini berhasil menggabungkan unsur tragedi dan misteri dengan cara yang sederhana tetapi menyentuh.
    Cerita ini juga menyampaikan pesan bahwa waktu berjalan sangat cepat dan kenangan bisa bertahan meskipun fisiknya hilang. Kisah persahabatan empat remaja yang berakhir tragis memberi sentuhan emosional dan membuat pembaca merenung tentang pentingnya menghargai kehidupan. Akhir cerita yang menggambarkan gema tawa yang masih terdengar di kedalaman laut memberikan kesan bahwa kenangan mereka tetap hidup. Secara keseluruhan, cerita ini bagus dan memiliki makna yang kuat.

  12. ceritanya bagus. Penemuan arkeologi mobil dan gitar dibagian akhir cerita, menunjukkan bahwa sejarah yang tak ditelusuri dengan benar dapat menimbulkan kesalahpahaman.

  13. cerita yang bagus. Penemuan mobil dan gitar di dasar laut menyiratkan bahwa, sejarah dapat disalahartikan bila tidak ditelusuri dengan benar

  14. Cerita ini menarik karena menggabungkan petualangan remaja dengan unsur tragedi dan misteri yang membuat pembaca penasaran. Penggambaran kecelakaan jeep dan reaksi para tokohnya terasa hidup dan emosional. Lompatan waktu ratusan tahun kemudian memberi kejutan yang segar dan menambah kedalaman cerita. Kejadian yang tampak biasa bagi arkeolog ternyata menyimpan sejarah dan kenangan yang luar biasa.

    Bagian penutupnya sangat puitis dengan bayangan tawa para remaja yang seolah tetap hidup di kedalaman laut. Cerita ini mengajarkan tentang kenangan dan bagaimana jejak manusia bisa bertahan meski waktu berubah. Ada rasa sedih sekaligus indah yang membuat cerita meninggalkan kesan mendalam. Secara keseluruhan, cerita ini sederhana namun penuh imajinasi dan emosi.

  15. Cerita ini sangat menarik dan bahasanya mudah dipahami. Memberikan kejutan bagi pembaca dikarenakan alurnya

  16. cerita ini menyenangkan dengan sentuhan yang ironi tentang remaja yang kehilangan nyawa dalam sebuah kecelakaan namun tetap hidup selamanya didasar laut. Dan seorang arkeolog yang lucu dengan analisi yang dilakukannnya.

  17. Cerita ini sangat bagus dan menarik karena dapat menggabungkan cerita petualangan, tragedi dan waktu. Canda tawa yang menghiasi perjalanan mereka menggambarkan bahwa persahabatan mereka begitu menyenangkan. Kenangan yang mereka tinggalkan seolah-olah hidup, seolah gema tawa itu tetap ada walaupun mereka telah pergi dan tak kembali. Cerita ini juga menjelaskan persahabatan mereka yang begitu kuat sehingga hanya maut yang dapat memisahkan mereka. Dan terakhir, sebelum berpergian hendak nya kita berdoa dan memeriksa kembali keseluruhan kendaraan agar selamat, tapi semuanya kembali atas kehendak Allah SWT.

  18. Menurut saya cerpen ini menyajikan kisah tentang persahabatan, takdir, dan bagaimana waktu mengubah persepsi kita terhadap sejarah. Perpaduan antara tragedi masa lalu dan penemuan arkeologis di masa depan menciptakan kontras yang menarik, menyoroti betapa mudahnya sebuah kisah besar terlupakan dan diinterpretasikan ulang. Simbolisme gitar tua sebagai representasi kenangan dan lagu yang tak selesai menambah sentuhan melankolis yang kuat. Deskripsi detail mengenai perubahan geografis dan penemuan bawah laut berhasil membawa pembaca ke dalam dunia yang imajinatif namun terasa nyata. Kisah ini mengingatkan kita bahwa setiap artefak memiliki cerita, dan terkadang, cerita itu lebih berharga daripada artefaknya sendiri.

  19. Cerita ini sangat menarik dan terdapat plot twist yang membuat saya sebagai pembaca sangat suka dengan cerita ini dan juga menceritakan 3 orang yang bersahabat hingga akhir hayat.

  20. cerita ini menyampaikan pesan tentang bagaimana momen kebahagiaan dapat hidup lebih lama daripada raga manusia itu sendiri. Gitar tua sebagai simbol kenangan menambah daya magis cerita, menjadi saksi bisu yang tetap bertahan melampaui waktu. Transformasi Sitinjau Lauik menjadi lautan juga memberikan kesan epik bahwa alam terus berubah, tetapi jejak manusia tetap tertinggal. Secara keseluruhan, kisah ini menghadirkan pengalaman membaca yang menyentuh, penuh misteri, dan menimbulkan renungan tentang arti keabadian.

  21. Cerita yang sangat menarik, mulai dari segi persahabatan yang abadi sampai kisah yang terjadi di masa lalu menjadi sebuah pelajaran dari penemuan. Walaupun persahabatan dari 4 orang itu berakhir tragis, namun mereka tetap abadi disetiap waktunya. Adanya gitar yang berada disana menjadi saksi bisu persahabatan mereka, dengan adanya gema di sitinjau lauik membuat kesan yang sangat besar mengenai persahabatan dan tragedi di masa lampau.

  22. Cerita ini sangat menarik dan unik banget karena bahas soal waktu dan salah tafsir sejarah. Lucu saat mobil jeep tua disangka rumah kuno dan gitar disangka meja ritual oleh arkeolog 300 tahun kemudian. Pesan akhirnya bikin terharu, walau sudah tiga ratus tahun, tawa dan kenangan empat sahabat itu tetap ada sebagai gema abadi di sana.

  23. Cerita ini memadukan tragedi dan keindahan melalui tema petualangan, kehilangan, dan kenangan yang terjebak dalam waktu. Ada ironi yang menarik ketika benda-benda peninggalan dianggap secara keliru sebagai artefak rumah dan perabotan oleh arkeolog masa depan. Suasana mistis terasa ketika tawa dan lagu para remaja masih seolah hidup di dasar laut. Kisah ini menyentuh karena mengingatkan bahwa meski manusia hilang, memori dan jejak kehidupan tetap bertahan dengan cara yang tak terduga.

  24. eks itu ngasih gambaran menarik banget tentang gimana sebuah kejadian tragis bisa berubah maknanya setelah waktu lama banget berlalu. Campuran drama kecelakaannya, suasana sedih, sama sentuhan masa depannya bikin ceritanya jadi beda dan punya ciri khas sendiri. Cara waktu “ngebengkokin” makna sebuah benda yang awalnya gitar terus malah dikira meja makan—juga bikin pembaca mikir kalau kenangan manusia itu gampang rapuh dan bisa aja disalahpahami sama generasi setelahnya. Ceritanya puitis, berlapis, dan punya imajinasi yang kuat banget.

  25. Cerita ini menggambarkan petualangan 4 remaja yang penuh keceriaan tapi berakhir dengan kisah yang menyedihkan dari awal Sasana terasa hangat dan akrab sampai akhirnya berubah menjadi tragedi di sitinjau lauik perpaduan antara masa lalu dan masa depan membuat cerita ini terasa berbeda apalagi saat benda peninggalan mereka ditemukan kembali kisah ini seolah mengingatkan bahwa kenangan dan kebersamaan tidak akan hilang Meski waktu terus berjalan cerita ini juga memberi pesan bahwa hidup penuh dengan kejutan dan setiap momen kecil bisa menjadi kenangan yang berarti melalui kisah ini kita diajak untuk menghargai waktu bersama orang-orang yang kita sayangi Kadang sesuatu yang terlihat sederhana seperti perjalanan atau lagu justru meninggalkan jejak peninggalan dan ketika semuanya sudah berlalu hanya kenangan yang tetap hidup di hati.

  26. Cerita ini menurut saya berhasil memadukan nostalgia, persahabatan, tragedi, dan mistisisme menjadi satu narasi yang menyentuh — terasa sekali suasana kebersamaan empat remaja yang penuh tawa dan harapan, sebelum akhirnya nasib tragis memisahkan mereka. Lompatan waktu tiga ratus tahun kemudian dan penemuan artefak di dasar laut memberi kesan bahwa kenangan dan jiwa bisa bertahan jauh melewati ruang dan waktu, meskipun fisiknya lenyap. Saya sangat mengapresiasi simbolisme gitar tua: sebagai lambang persahabatan, impian, dan lagu yang tak sempat selesai — membuat bagian emosional cerita terasa kuat. Di sisi lain, unsur misteri dan kesalahan interpretasi artefak oleh penyelam menambah daya tarik cerita, mengingatkan bahwa sejarah dan kenangan bisa mudah hilang atau disalahartikan. Secara keseluruhan, “Gema dari Sitinjau Lauik” mengingatkan kita tentang betapa rapuhnya hidup dan pentingnya menghargai setiap detik — dan bahwa kenangan indah bisa terus hidup bahkan ketika segalanya telah berubah.

  27. Cerpen ini adalah kisah yang sangat mengharukan tantang perubahan ekstrem yang dibawa oleh waktu. Penulis berhasil menciptakan kontras yang tajam antara tawa hangat dan momen kecelakaan yang mendadak, kemudian melanjutkannya ke kondisi Padang yang berubah drastis menjadi lautan setelah 300 tahun. Bagian yang paling menyentuh adalah bayangan keempat remaja yang terus tertawa dan menyanyi di kedalaman, menunjukkan bahwa cinta dan kenangan mereka tidak benar-benar mati, melainkan hanya terperangkap dalam ruang dan waktu yang berbeda.

    Puncak cerita ini terletak pada ironi yang menyakitkan ketika arkeolog Dresta benar-benar gagal memahami apa yang ia temukan. Jeep yang seharusnya kendaraan dianggap “rumah laut kuno,” dan gitar tua yang penuh musik diartikan sebagai “meja makan kuno” dalam ritual. Kegagalan Dresta dalam mengidentifikasi benda-benda tersebut adalah metafora, bahwa ilmu pengetahuan modern sering kali gagal menangkap nilai emosional, sejarah, dan jiwa dari sebuah artefak di masa lalu.

  28. Menurut saya, cerita ini sangat menyentuh karena menggabungkan nostalgia persahabatan dengan unsur mistis dan misteri ,bagaimana tawa, suara, dan kenangan bisa “hidup” terus meskipun jasad dan fisik hilang. Gitar tua sebagai simbol kenangan dan lagu cinta yang tak selesai menguatkan kesan melankolis; tragedi kecelakaan dipadukan dengan penemuan di masa depan membuat kisah ini punya kekuatan evocative: mengajak pembaca merasakan bahwa peristiwa besar bisa berubah menjadi legenda dan mempengaruhi imajinasi generasi mendatang.

  29. Cerita ini menggabungkan petualangan remaja dan imajinasi masa depan dengan indah. Peristiwa kecelakaan di Sitinjau Lauik adalah titik balik yang tragis. Peralihan waktu 300 tahun dan perubahan lanskap menjadi laut sangat menarik. Mobil jeep tua itu kini menjadi artefak yang diselimuti karang dan misteri. Kesalahan Dresta mengidentifikasi gitar sebagai “meja makan” sungguh ironis. Ini menyoroti bagaimana konteks sejarah bisa hilang sepenuhnya seiring waktu. Gitar itu adalah simbol kenangan dan impian yang tak pernah selesai. Tawa yang “terjebak dalam gelembung waktu” memberikan akhir yang puitis dan abadi.

  30. Cerita Gema dari Sitinjau Lauik begitu menyentuh perasaan dan penuh makna, membuat pembaca merasakan keindahan sekaligus kesedihan yang abadi di balik kisah empat sahabat itu. Meskipun raganya telah tiada, namun suara tawa dan kenangan kebersamaan empat sahabat itu tetap abadi di lautan dalam.

  31. Cerita ini bermula dari perjalanan empat remaja—Riko, Lela, Dimas, dan Naya—yang mengendarai sebuah jeep hijau lumut di kawasan Sitinjau Lauik, Padang. Mereka menikmati sore yang cerah sambil bercanda, bernyanyi, dan memainkan gitar yang selalu menemani petualangan mereka. Namun kebahagiaan itu berubah ketika jeep mereka tergelincir di tikungan tajam dan terjatuh ke jurang, hilang ditelan hutan dan waktu. Tiga ratus tahun kemudian, wilayah Sitinjau Lauik telah berubah menjadi lautan akibat pergeseran bumi dan naiknya permukaan air laut. Seorang arkeolog penyelam bernama Dresta menemukan jeep tua itu di kedalaman laut, kini tertutup karang, lumut, dan berdampingan dengan berbagai artefak masa lampau. Bagi Dresta, temuan itu bukan sekadar benda kuno, tetapi peninggalan berharga yang menyimpan cerita tentang empat jiwa muda yang pernah tertawa dan bernyanyi bersama. Di dasar laut, ia bahkan merasa seolah mendengar gema tawa mereka, seakan kenangan itu masih hidup dan abadi di Sitinjau Lauik.

  32. Kisah ini merangkum tragis hilangnya empat nyawa muda di sitinjau Lauik. Jeep tua mereka terjun ke jurang, yang kemudian ditelan perubahan zaman dan menjadi lautan. Tiga ratus tahun kemudian, peninggalan mereka disalahartikan oleh seorang arkeolok. Namun, kenangan dan tawa mereka tetap abadi mengalun di kedalaman laut.

  33. Teks ini berhasil memadukan tragedi dan fantasi dengan
    sentuhan ironi ketika artefak masa kini disalahpahami oleh masyarakat masa
    depan. Cerita menekankan kefanaan manusia dan betapa berubahnya makna
    sebuah benda jika dipandang dari konteks waktu yang berbeda.

  34. Cerita fantasi ini menarik karena menggabungkan unsur tragedi dan misteri dengan latar tempat yang berubah akibat waktu. Alurnya terasa mengalir dan membuat pembaca penasaran dengan nasib empat remaja itu setelah kecelakaan. Bagian tentang penemuan jeep dan gitar oleh arkeolog juga memberikan sentuhan unik karena ada perbedaan dalam menafsirkan benda-benda tersebut, yang disebabkan latar waktu yang berbeda. Secara keseluruhan, cerita ini berhasil menghadirkan suasana yang menyentuh sekaligus penuh imajinasi.

  35. Cerita pendek ini adalah sebuah narasi fiksi dengan sentuhan fantasi dan romansa tragis, menggunakan latar Sitinjau Lauik sebagai pusat perubahan waktu dan tragedi. Cerita ini dibagi tajam antara insiden di masa lalu (kecelakaan empat remaja) dan penemuan di masa depan (tiga ratus tahun kemudian), menyoroti bagaimana objek dan peristiwa di masa lampau dapat salah diartikan dan kehilangan makna aslinya akibat perubahan zaman dan bencana alam. Secara tematis, cerita ini mengeksplorasi konsep keabadian kenangan dan gema tawa yang terjebak dalam waktu, kontras dengan interpretasi arkeolog modern yang gagal mengenali jeep dan gitar sebagai kendaraan dan alat musik, melainkan sebagai “rumah laut kuno” dan “meja makan,” menyajikan ironi peninggalan sejarah yang terdistorsi.

  36. Cerpen ini menghadirkanperpaduan tema tragedi ,misteri,dan perubahan zaman dengan sentuhan fantasi yang puitis.dua hal menonjol dari cerita ini : kritik waktu dan perubahan alam,ironi antara masa lalu dan masa depan

  37. Cerita ini sangat menarik untuk di baca karena cerita ini memberi tahu kita bahwa peninggalan berupa benda atau lainnya memiliki cerita yang menarik di balik itu.

  38. Menurut saya, cerita ini menarik karena menggabungkan unsur petualangan, tragedi, dan fantasi dengan latar yang kuat di Sitinjau Lauik. Kejadian kecelakaan yang menimpa empat sahabat membuat cerita mulai dari realitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari—anak muda berkumpul, menikmati perjalanan, dan berbagi musik—hingga berubah menjadi kisah yang mistis dan penuh imajinasi. Perubahan waktu sebanyak tiga ratus tahun memberikan kesan klasik sekaligus memberi ruang bagi pembaca membayangkan bahwa kenangan itu dapat bertahan lebih lama dibanding kehidupan fisik seseorang.

  39. Menurut saya, ceritanya punya kesan yang dalam karena menggabungkan tragedi dan imajinasi masa depan dengan sangat halus. Bagian akhirnya juga meninggalkan perasaan hangat sekaligus sedih karena kenangan para tokohnya seolah tetap hidup di dasar laut. ceritanya keren sekali

  40. Cerita ini punya suasana yang unik karena memulai cerita dengan kisah empat remaja yang riang, lalu tiba-tiba berubah menjadi tragedi. Bagian yang paling menarik justru ketika ceritanya melompat tiga ratus tahun ke depan, dan benda-benda yang kita kenal sekarang malah ditafsirkan berbeda oleh para arkeolog masa depan. Rasanya jadi seperti melihat bagaimana waktu bisa mengubah makna sesuatu. Penutupnya juga terasa tenang tapi agak haunting, seolah tawa dan kenangan itu masih tersisa di tempat yang sudah berubah jadi laut.

  41. Tema misteri sejarah yang tersembunyi di kedalaman laut membuat cerita ini terasa magis dan mendalam, mengundang pembaca untuk merenung tentang nilai hidup dan momen yang hilang. Secara keseluruhan, ini adalah karya yang indah dan penuh makna, yang meninggalkan kesan mendalam tentang keabadian kenangan.

  42. cerita bagus,apalagi setting-nya di Sitinjau Lauik yang memang legendaris., tentang Padang jadi lautan di masa depan itu agak ngeri tapi masuk akal secara sains.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *