Hujan
Hujan

Hujan

0 Shares
0
0
0
Hujan bawa dia kembali 
Sosok yang tak pernah ku pikir akan pergi
Ketika suara
Mengusik ketenangan yang kau culik

Kepada siapa aku meminta tolong
Ketika hujan meredam seluruh doaku dengan tetesan air
Kepada siapa aku berbagi cinta
Ketika sosok yang aku miliki hanya tinggal halusinasi yang tak akan pernah kembali

Hujan, kau jadi saksi betapa sakit menahan pelik
Kala dia melangkah menjauh tanpa kata pamit
Tetesmu menghapus jejaknya di tanah basah
Sementara aku terjebak dalam pelukan kenangan yang rapuh

Kepada angin, ku bisikan rindu
Namun jawabannya hanyalah gemuruh
Kepada langit, kuangkat tangan yang rapuh
Namun petir menyambar, menghentak kalbu yang telah runtuh

Hujan, kau bukan sekadar air
Kau menyimpan luka yang sulit kuterka
Pada setiap tetesmu, ada kepingan jiwa yang hilang
Membuat hati yang tersisa kian tenggelam

Dan kini, hujan membawa sunyi
Sosoknya tak akan pernah kembali
Hanya bayang, hanya ilusi yang tak pernah nyata
Hanya hujan yang setia menemani sepi di saat aku sendiri

Siniar Audio

Citation is loading...
15 comments
  1. Hujan bukan sekadar tetes air yang jatuh lalu hilang di telan bumi, hujan adalah mudita yang menyapa dengan hangat namun entah kenapa malah terasa berkhianat. Setidaknya bagiku begitu

  2. Hujan ini ibarat teman yang selalu ada di kala sepi. Setiap kali hujan turun, kita malah keinget sama orang yang udah pergi. Lucunya, hujan yang biasanya ngehapus jejak kaki di tanah, malah jadi pemicu munculnya kenangan yang pernah ada di hati.

  3. Puisi benar-benar menyentuh hati, saya sangat suka gaya bahasa yang digunakan penulis karna mudah dipahami dan bagaimana penulis memakai hujan sebagai simbol kesedihan seperti air mata dan kenangan yang tidak dapat dihapus. Puisi ini sangat relate buat orang yang pernah kehilangan. Bagus banget untuk dibaca ulang.

    1. Teks mengisahkan bahwa hujan menjadi pembawa kenangan dan seseorang yang dulu tak pernah kau duga akan kembali, hujan itu menyentuh hati dan membangkitkan rasa rindumu. Hujan digambarkan sebagai getar jiwa, membawa suasana nostalgia sekaligus harapan bahwa hal-hal yang hilang bisa saja muncul kembali. Meski begitu, hujan juga menyingkap bahwa kepulangan sosok itu tak selalu manis; ada kesedihan dan kerinduan yang dibarengi penyesalan. Singkatnya, hujan di teks ini bukan sekadar hujan, ia adalah pintu menuju kembali, lamunan, dan kepekaan batin.

  4. Puisi ini menyentuh perasaan sedih dan rindu yang mendalam. Hujan digambarkan sebagai saksi dan teman dalam kesepian, sementara sosok yang hilang meninggalkan luka dan kenangan yang sulit dilupakan. Bahasa yang digunakan puitis membuat perasaan kehilangan terasa hidup dan menyentuh hati.

  5. Teks puisi ini sangat menarik perhatian saya, karena penulis mengungkapkan perasaan atau pengalaman yang terjadi pada diri penulis sendiri atau pada orang lain yang mengalami kesedihan dan kerinduan yang mendalam. Penulis menggambarkan hujan dan setiap tetesan itu memiliki arti yang mendalam. Penggunaan kosa kata yang tepat membuat saya tersentuh dan dapat merasakan kesedihan dan kerinduan itu. Pokoknya puisi ini bagus dan keren banget!!

  6. Puisi “Hujan” menurut saya sederhana tapi punya kekuatan emosional yang dalam — ia berhasil menyulap fenomena alam seperti hujan menjadi simbol perasaan: rindu, kenangan, harapan, sekaligus kesedihan. Hujan di sini bukan hanya air yang jatuh dari langit, tetapi representasi memori dan emosi yang tertahan — sesuatu yang bisa membangunkan nostalgia atau melambungkan harapan. Saya suka bagaimana puisi ini memberi ruang bagi pembaca untuk merasakan dan menafsirkan sendiri: bagi yang rindu, hujan bisa menjadi penghubung dengan masa lalu; bagi yang berharap, ia bisa menjadi lambang kesegaran dan awal baru. Puisi ini cocok dibaca di saat sunyi; ia mengajak kita diam sejenak, mendengarkan detak hati sendiri melalui rintik hujan. Bagi saya, kekuatan “Hujan” ada di kesederhanaannya — tidak perlu kata-kata rumit, cukup suasana dan perasaan untuk membuat pembaca merenung dan merasakan.

  7. Puisi ini menurut saya sangat menyentuh dan berhasil membawa pembaca merasakan suasana hujan secara emosional. Kata-katanya sederhana, tetapi pesannya mendalam. Saya merasa terinspirasi untuk lebih memperhatikan dan menikmati momen-momen sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

  8. Puisi ini terasa begitu emosional dan kelam. Hujan digambarkan sebagai saksi sekaligus simbol luka yang mendalam. Setiap larik memancarkan kerinduan dan kehilangan, membuat pembaca ikut merasakan perih yang perlahan menenggelamkan.

  9. Puisi ini menggambarkan rasa kehilangan dengan sangat menyentuh melalui simbol hujan dan alam. Bahasa yang digunakan lembut namun penuh luka, membuat emosi pembaca ikut teraduk. Setiap bait menguatkan nuansa sepi dan rindu yang tak terbalas. Secara keseluruhan, puisi ini kuat, puitis, dan berhasil menyampaikan kesedihan secara mendalam.

  10. WAH puisinya bagus kaka makna kata hujan sangat dalam yang menggambarkan tentang luka.

  11. Puisi ini sangat bagus karena memiliki emosi yang konsisten pada penggunaan metafora alam yang efektif. Puisi ini juga berhasil menyampaikan pesan tentang kehilangan dan kesetiaan seseorang dengan kenangan yang indah dan menyentuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *