Kata Pusaka Pak Zahid
Kata Pusaka Pak Zahid

Kata Pusaka Pak Zahid

0 Shares
0
0
0

Aku pernah membaca literatur tentang kekuatan kata-kata, the magic of words. Namun, aku tidak pernah menduga bahwa ada satu kata yang benar-benar sakti. Satu kata yang mampu mengubah cara pandang, kepribadian, bahkan perjalanan hidup seseorang. Kata itu adalah kreatif. ….

“I hate Monday! I hate Monday!”. Aku menggerutu sambil melompat turun dari Trans Padang. Bukan hanya aku. Beberapa orang teman juga bergegas turun.

Benar-benar menyebalkan. Hampir setiap hari Senin,  aku kalang-kabut. Selalu terlambat datang ke sekolah. Jalanan macet. Apa lagi setiap Senin pagi. Sepanjang jalan dari Lubuak Buaya hingga depan sekolahku pasti supermacet.  Tapi ….Tidak. Meta, Ani, bahkan Aldi tidak pernah terlambat setiap Senin meski rumah mereka lebih jauh dari rumahku. Di Duku. Mungkin aku perlu bangun lebih pagi. Tapi, itulah. Niat tinggal niat. Atau, aku harus pakai motor? Tidak.  Dua tahun lalu abangku mengalami kecelakaan gara-gara balap liar. Meninggal. Semenjak itu, tampaknya orangtuaku trauma untuk membelikan sepeda motor bagi anak-anaknya yang tinggal tiga orang, termasuk aku yang sekarang menyandang predikat anak tertua. Kata Ayah, aku diperbolehkan pakai sepeda motor nanti. Kalau sudah jadi mahasiswa.

Pelajaran terakhir hari ini adalah Matematika. Waduh, benar-benar menyiksa. Tapi, ternyata yang masuk ke kelas Pak Zahid, guru sejarah, bukan Bu Ratih. Rupanya, Bu Ratih tidak bisa mengisi jam pelajaran Matematika. Sebagai gantinya, Pak Zahid, guru Sejarah. Besok, waktu pelajaran sejarah, barulah Bu Ratih yang masuk.

Pak Zahid termasuk guru yang aku sukai. Teman-teman tampaknya juga senang diajar Pak Zahid. Walaupun penampilannya sederhana, tapi ceria. Suka humor. Kata-kata yang hampir selalu muncul ketika beliau mengajar adalah, pokoke kreatif.

Sebenarnya, seluruh materi pelajaran sejarah sudah selesai dibahas. Oleh sebab itu, beliau hanya membimbing siswa untuk membuat rangkuman pelajaran. Tidak mengherankan, jam pelajaran masih banyak tersisa ketika materi inti selesai dibahas. Pak Zahid pun membuka forum diskusi kelas, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan. Apa pun pertanyaannya asal berkaitan dengan sejarah.

Setelah dua tiga orang siswa mengajukan pertanyaan dan dibahas secara memuaskan oleh Pak Zahid, Meta pun mengangkat tangan menandakan hendak mengajukan pertanyaan. Meta adalah bintang kelas ini. Sering, dari mulutnya yang menawan itu meluncur pertanyaan yang tidak terduga.

“Pak, apa ada catatan sejarah yang memberikan informasi mengapa Gajahmada memiliki tubuh yang kuat dan sehat?”, tanya Meta sambil tersenyum.

Pak Zahid terperanjat. Seluruh isi kelas juga kaget. Wah, benar-benar aneh pertanyaan Meta ini.

“Walah, tidak ada catatan sejarah tentang kesehatan Gajahmada. Atau begini. Mungkin Gajahmada muda itu suka berenang. Rumahnya dekat Bengawan Solo. Mungkin. Nah, setiap pagi Gajahmada itu berenang menyeberangi Bengawan Solo”, ujar Pak Zahid sekenanya.

“Berapa kali, Pak?”, Tanya Meta yang dikenal kritis.

“Mhh, kan Bengawan Solo itu lebar. Yah, paling-paling bolak-balik tiga kali!”, jawab Pak Zahid menunjukkan kepuasan.

Kelas menjadi sepi. Mungkin teman-temanku sedang membayangkan Gajahmada berenang menyeberangi Bengawan Solo. Tiga kali. Kalau lebar sungai itu 100 meter, berarti setiap pagi Gajahmada berenang sejauh 300 meter. Hebat.

“Pak, Pak. Tunggu dulu!”, kata Meta agak keras memecahkan keheningan kelas.

“Ada apa lagi, Meta? Jangan tanyakan apa warna baju renang atau bagaimana model baju renang Gajahmada!” kata Pak Zahid tersenyum.

Suasana kelas agak gaduh. Apa lagi Dika yang dikenal dengan julukan Gajah. Suara tawanya paling keras. Ngakak.

“Tunggu, Pak. Kalau Gajahmada berenang menyeberangi  Bengawan Solo tiga kali, tentu pakaian Gajahmada tertinggal di tepi sungai itu!”. Wajah Meta tampak serius.

“Maksudmu?”, tanya Pak Zahid seperti berpikir keras.

“Ya iyalah. Kan tiga kali, dari sini, ke sana, balik lagi, kemudian ke sana!” kata Meta sambil berdiri dan menggerak-gerakkan tangan menggambarkan bagaimana Gajahmada berenang.

Suasana kelas kembali agak ribut membenarkan penjelasan Meta.

“Walah. Iya ya. Ya, mungkin Gajahmada pulang pakai ojek!”, kata Pak Zahid mengangguk-anggukan kepala.

Suara tawa kembali memenuhi isi kelas. Setelah agak tenang, Pak Zahid berjalan menuju papan tulis. Tapi tidak jadi menulis melainkan menyebarkan pandangannya ke seluruh kelas.

“Begini. Itu kan tadi hanya cerita. Bukan sejarah. Tapi, benar. Cerita harus logis. Meta  hebat. Pokoke kreatif. Bapak hanya ingin menunjukkan bahwa menjaga kesehatan itu penting. Nah, berenang adalah salah satu olahraga yang bagus. Menyehatkan badan.

Pokoke kreatif. Itulah ungkapan yang sering dinyatakan Pak Zahid. Pak Zahid pernah membahas, meski tidak secara khusus, contoh-contoh orang kreatif di Indonesia seperti Pak Habibie, Pak Baikuni yang pernah mengepalai Badan Astronomi Nasional atau BATAN. Saat itu, kembali Meta bertanya apakah Sumanto, kanibal dari Purbalingga juga termasuk orang kreatif di Indonesia. Tentu saja, dengan gaya yang khas  Pak Zahid mengungkapkan bahwa kreativitas itu arahnya positif. Seseorang yang mau memakan bangkai atau jenazah orang lain bukannya kreatif tetapi kanibalis dan sadis.

Pak Zahid berjalan menuju ke meja. Tampaknya beliau mau mengakhiri pelajaran.

Usai sekolah, aku menuju kantin sekolah. Makan soto. Setelah itu, baru menuju halte Trans Padang. Tidak jauh, di depan sekolah.

Langkahku terhenti di dekat aula. Tampak Pak Zahid sedang mendapatkan masalah. Keringatnya bercucuran. Biasa. Pasti vespanya rusak. Sudah sering begitu. Aku pun menghampiri Pak Zahid.

“Rusak lagi, Pak?”, tanyaku setelah berdiri di depan Pak Zahid yang sedang jongkok dan berusaha membuka busi vespa.

“Yap. Mmmm mungkin businya. Busi-busi cadangan tidak terbawa. Lupa. Repot!”, Pak Zahid meletakkan busi di atas kain lap yang tampaknya sudah disiapkan.

Kasihan Pak Zahid ini. Vespanya sering rusak. Di sekolah ini, hanya 4 orang guru laki-laki yang masih memakai sepeda motor. Di antara 4 orang itu, motor Pak Zahid paling tua. Vespa keluaran tiga puluh empat tahun yang lalu. Kasihan Pak Zahid. Konon, beliau sudah hampir 12 tahun menjadi guru honor di sekolah ini.

Tiba-tiba, aku teringat sesuatu. Ayah di rumah juga pakai vespa. Aku agak mengenal mesin  vespa, terutama berkaitan dengan busi.

“Pak, ada korek api?”.

Pertanyaanku tampaknya sangat mengejutkan. Tentu beliau berpikir bahwa aku sangat lancang. Bahkan mungkin kurang ajar

“Sialan kamu. Brengsek. Itu lelucon yang sudah basi.Tidak kreatif”, sergah Pak Zahid melototkan mata.

“Bukan seperti itu. Bukan seperti yang Bapak pikirkan. Pak, aku di rumah juga punya vespa”. Aku berusaha memberikan penjelasan.

“Ooh. Terserahlah. Nih”, Pak Zahid merogoh saku celananya mengeluarkan korek api.

Aku mengambil busi itu dengan bungkus kain lap. Aku bakar bagian kepala busi hingga menghitam. Sesudah itu, aku lap bersih-bersih.

Dengan sigap, aku pasang kembai busi itu. Lalu, aku engkol vespa Pak Zahid. Sekali, dua kali, tiga kali. Tidak mau hidup.  Aku julurkan tangan ke bagian cok dan menarik cok tersebut. Vespa aku engkol lagi, dan … hidup.

“Wah. Hebat. Bapak dapat pelajaran baru. Kamu ternyata kreatif”.

“Terima kasih, Pak. Kan Bapak yang mengajari kami, pokoke kreatif,”

***

Setelah memarkir motor, aku membereskan tas dan letak kamera yang aku gantung di leher seperti layaknya wartawan profesional. Sambil memegangi surat keterangan dan surat izin menemui pimpinan DPR dari ketua jurusan, aku melangkah menuju penjaga piket. Aku diberi tugas dosen untuk memuat berita politik dalam rangka tugas kuliah jurnalistik. Ya, aku sudah hampir empat tahun kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri di kota ini, mengambil jurusan yang erat kaitannya dengan jurnalistik.

Menjelang menaiki jenjang pintu utama kantor DPR, sebuah sedan mewah melintas menuju tempat parkir di samping gedung. Aku tidak terlalu memperhatikan sedan itu. Namun, sedan itu berhenti tepat di samping jenjang. Bukan hanya itu, klakson mobil itu berbunyi. Dua kali.

Aku pun menahan langkah, berhenti dan memandangi jendela depan mobil yang perlahan kacanya terbuka. Aku melototkan mata. Mungkin, tanpa aku sadari mulutku ternganga dan tentunya wajahku seperti orang tolol. Aku kejap-kejapkan mata untuk meyakinkan bahwa yang aku lihat itu benar.

Orang di belakang stir mobil tersenyum. Senyum yang khas, senyum Pak Zahid. Aku pun membalas senyum itu sambil menganggukkan kepala menandai rasa hormatku kepada mantan guruku itu.

Laki-laki itu keluar dari mobil tanpa mematikan mesin. Dengan gaya yang khas, beliau mendekatiku. Seperti baru tersadar, aku pun menghampiri beliau.

“Selamat, Pak!”, sapaku sekenanya sambil mengulurkan tangan.

Laki-laki itu juga mengulurkan tangan dan kami bersalaman. Aku belum tahu bagaimana cara memulai percakapan yang tentunya harus amat singkat karena  mesin mobil laki-laki di depanku tidak dimatikan.

“Selamat apanya?”, tanya Pak Zahid menggoda.

“Emhh. Pokoknya selamat ya Pak. Bapak ke kantor ini ada … ada apa, Pak?”, tanyaku sekenanya.

“He he he. Ini kan juga kantor Bapak”, jawab Pak Zahid

“Ooh, sudah saya duga tadi. Dari partai apa, Pak?”, aku menjadi lebih ingin tahu.

“Partai yang paling populer saat ini”, jawab Pak Zahid.

Aku paham dari partai mana Pak Zahid memperoleh jabatan sebagai wakil rakyat.

“Masih ngajar, Pak?”

“Tidak. Sudah berhenti sejak tiga tahun lalu. Lebih nyaman di sini. Kamu tahu kan? Dan pasti kamu heran. Apa kamu lupa kata-kata yang sering Bapak ucapkan? Pokoke kreatif. Maaf, sedang buru-buru. Ah, kapan-kapan kita ngobrol. Hubungi Bapak ya. Tanyakan nomor ponsel Bapak kepada satpam”

“Ya, Pak. Terima kasih. Insya Allah”.

Pak Zahid melambaikan tangan menuju ke mobilnya.

Aku membalikkan badan. Sebelum melangkah, aku mencoba mengingat dan membenarkan kata-kata pusaka Pak Zahid. Empat tahun lalu, beliau menjadi guru honor selama 12 tahun hanya mampu memakai vespa butut. Sekarang, baru tiga tahun menjadi wakil rakyat, sudah memiliki mobil mewah. Pokoke kreatif.

Sambil memasuki pintu gedung tempat orang-orang terhormat itu, aku mencoba merumuskan makna kata pusaka Pak Zahid. Jika Pak Zahid mampu mengejawantahkan kata pusaka itu sehingga mengubah nasib, tentunya aku juga harus mencari kemungkinan apa yang dapat kukerjakan atas dasar pokoke kreatif sehingga kelak dapat melempangkan jalan menuju cita-citaku sebagai wartawan handal. Hidup memang harus diwarnai oleh kreativitas.

23 comments
  1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu pak izin menanggapi, dari cerita ini sangat menarik menurut saya pak di mana kata yg awalnya pokoke kreatif ini banyak menginspirasi semua orang termasuk anak” dalam cerita tersebut pak di mana bapak Zahid tersebut mencerminkannya yang dulunya bapak Zahid ini guru honor 12 tahun dan hanya memiliki vespa lama sekarang dalam waktu 3-4 tahun sudah memiliki mobil sehingga memotivasi anak tersebut untuk melanjutkan usahanya untuk menjadi wartawan yang handal.
    (AZIZ SETIAWAN BI-NS-0208) sekian terima kasih pak wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu.

  2. NAMA : FAIZAL ALQADAFI
    NIM : 23233039
    SESI : 0214
    usaha, tekad, dan komitmen yang kuat adalah kunci utama dalam mencapai kesuksesan. Melalui kerja keras, seseorang dapat mengatasi rintangan dan mencapai tujuan mereka. Sukses bukanlah hal yang didapatkan dengan mudah, tetapi melalui perjuangan dan ketekunan, seseorang dapat mencapainya.

  3. Cerita ini sangat menginspirasi saya,dimana melalui cerita ini kita diajarkan untuk selalu berfikir kreatif dalam menjalani hidup.Melakukan tindakan hebat yang dapat mengubah jalan kehidupan kita.Seperti yang dialami oleh Pak Zahid,yang selama hampir 12 tahun menjabat sebagai guru honor,tapi hanya mampu mempunyai Vespa butut saja dulu.Namun,setelah menjadi wakil rakyat,belum sampai menjabat selama 3 tahun,Pak Zahid mampu membeli sebuah mobil dari hasil kerja kerasnya,yang dilandasi oleh kreatifitasnya dalam hidup.Apapun itu,ingat kata Pak Zahid,pokoke kreatif.

    1. Cerita ini sangat menginspirasi dan memotivasi akan sebuah usaha, tekad, dan komitmen yang kuat adalah kunci utama dalam mencapai kesuksesan. Melalui kerja keras, seseorang dapat mengatasi rintangan dan mencapai tujuan mereka. Sukses bukanlah hal yang didapatkan dengan mudah, tetapi melalui perjuangan dan ketekunan, seseorang untuk mendapatkan sesuatu yang ingin dia capai.

  4. Rizka Nailatul Hasanah -23020022
    WAG (BI-NS-0208)
    Alhamdulillah, dari cerita yang bapak sampaikan diatas sangat membuka pola pikir saya, bahwasannya hidup memang perlu dihiasi dengan kreativitas. Seperti yang disampaikan pada cerita diatas. Pak Zahid berkata, pokoke kreatif!. Kreati. Satu kata ini sangat berpengaruh untuk merubah cara pandang kita, kepribadian kita bahkan perjalanan hidup kita. Dengan adanya kreatif, kita dapat mengembangkan kemampuan kita, ide-ide kreatif kita untuk menciptakan suatu hal yang baru dengan tujuan mencapai cita-cita yang kita impikan. Kita semua memiliki kreativitas masing-masing, yakinlah pada diri sendiri.
    Jiwa kreatif itu sudah ada pada diri kita sejak lahir, kita hanya perlu mengembangkannya. Ingat.. Pokoke kreatif!.

  5. Nama Nurmaiyah Lubis
    Nim 23016033
    No.urut.08 (SESI -0012)
    Cerita ini sangat menginspirasi dan memotivasi akan sebuah usaha, tekad, dan komitmen yang kuat adalah kunci utama dalam mencapai kesuksesan.Dengan adanya kreatif, kita dapat mengembangkan kemampuan kita, ide-ide kreatif kita untuk menciptakan suatu hal yang baru dengan tujuan mencapai cita-cita yang kita impikan.

  6. Cerita Kata pusaka pak zahid ini sangat menginspirasi.usaha,tekad dan komitmen menjadi kunci utama mencapai kesuksesan.serta dengan adanya kreatif kita dapat mengembangkan kemampuan kita.seperti teks diatas pak zahid mampu membeli mobil dari hasil keja kerasnya yang dilandasi oleh kreatifitasnya.

  7. Septi Nurul Azmi 23129081 (BI-NS-0207)
    Izin berkomentar bapak,dari cerita di atas dapat memotivasi kita untuk maju yang di mana disini kunci nya yaitu kita harus kreatif,berani menciptakan hal-hal baru dan berani untuk mencoba.kalau kita sudah terapkan seperti itu kita sudah bisa mencapai kesuksesan dengan mudah.saya sangat terkesan dengan carita bapak, setelah membacanya saya jadi ingin mencontoh dari tokoh tersebut 🙏🏻

  8. Nama: Anisa Dela Safira
    Nim: 23134022
    Wag: BI-NS-0208
    No. Urut: 36

    Dari cerita ini kalimat yang sering diucapkan pak Zahid “pokoke kreatif!” Memiliki arti yang sangat luas serta dapat dijadikan sebagai motivasi dalam berbuat. Karena di masa depan tidak ada yang tau apa yang akan terjadi, maka istilah pokoke kreatif menyiratkan bahwa segala sesuatu harus bisa dimanfaatkan dengan baik serta mampu melihat peluang untuk masa depan. Sama halnya dengan Pak Zahid yang semula adalah guru honore yang beberapa tahun kemudian menjabat sebagai wakil rakyat.

  9. Nama : Rizky Amanda
    NIM : 23134011
    WAG : BI-NS-0207
    Dari cerita ini memberikan inspirasi bagi saya bahwa untuk menjadi lebih baik di perlukan sebuah perjuangan dan pengorbanan. Sesuai dengan kata “pokoke kreatif” yang memberikan motivasi bagi para pembaca untuk selalu bertindak dan berfikir kreatif serta memperjuangkan impiannya dalam menciptakan sebuah perubahan yang lebih baik kedepannya.
    Terima kasih atas cerita inspirasinya bapak 🙏

    1. Candra Oftriyana ; NIM 23016005 ; NU 01 ; SIMAK-NS-0118

      Izin Pak sebelumnya, saya sangat terinspirasi dari cerita yang Bapak tuliskan ini. Segala bentuk kreativitas “sesuatu yang positif” akan membuahkan hasil-hasil yang kreatif.

      Segala bentuk perjuangan yang kita lakukan dengan adanya kreativitas tidak menuntut kemungkinan akan mengubah posisi seseorang menjadi lebih baik. Jangan ragu untuk mengambil langkah baru.

      Saya akan selalu ingat pesan yang disampaikan dari cerpen ini. Terima Kasih Pak.

    2. Dalam cerita tersebut kata “pokoke kreatif”sangat menginspirasi sekali bahwa dengan kreativitas dengan tekad yang kuat dan usaha yang maksimal akan membuahkan hasil yang bagus. Jadi dalam menjalani kehidupan kita juga harus memiliki keterampilan atau memiliki kreativitas dengan mengembangkan kemampuan dalam diri. Segala sesuatu membutuhkan perjuangan dan proses yang sangat panjang, perlahan-lahan tapi pasti, maka mimpi akan terwujud dengan usaha yang pasti.

  10. Ceritanya sangat menginspirasi bahwa untuk meraih kesuksesan itu dibutuhkan usaha, tekad dan komitmen.

  11. Maisarahtul Ispar
    Nim 23129334
    GWA BI-NS-0214
    No Urut 19
    Dari cerita dapat disimpulkan bahwa hidup sangat perlu dihiasi juga dengan kreativitas. Seperti yang disampaikan pada cerita diatas. Pak Zahid berkata, pokoke kreatif!. Kreatif. Satu kata ini sangat berpengaruh untuk merubah cara pandang dan kepribadian kita dalam menjalani hidup. Karena dengan kita kreatif, kita dapat mengembangkan suatu kemampuan, ide-ide dan pemikiran yang kreatif untuk menciptakan suatu hal yang baru dengan tujuan mencapai cita-cita yang kita impikan. Dan kreativitas itu harus bisa kita galih karena Jiwa kreatif itu sudah ada pada diri kita sejak lahir dan tinggal kita kembangkan supaya dapat menciptakan hal yang baru dan dalam mengembangkan kreativitas kita harus yakin dan percaya diri.

  12. Terima kasih bapak. Cerita ini sangat saya nikmati. Kreativitas adalah sesuatu hal yang positif. Kalimat itu akan selalu saya ingat dalam menjalani kehidupan. Hidup ini memang perlu dihiasi dengan kreativitas agar rasanya tidak hambar. Lakukanlah hal yang bisa dilakukan selagi ada kesempatan. Kerjakanlah hal yang kamu suka selagi itu bermanfaat dan bernilai positif.

  13. Nama: Latifa Mulya Marza
    Nim : 23129330
    BI-NS-0214
    pesan yang dapat saya ambil dari cerita diatas adalah jadi lah orang yang memiliki kreativitas positif. Kreatif dalam menyelesaikan permasalahan dan menemukan solusi terbaru yang unik dan terbaru. Apalagi pada zaman sekarang, kita dituntut untuk memiliki sikap kreatif agar dapat bersaing dengan teknologi mesin saat ini.

    1. Nama:Ade Silfia Utami
      Nim:23016054
      No urut:12
      SIMAK-NS-12

      Sebagaimana tersirat dalam kata “pokoke kreatif” yang memotivasi pembaca untuk selalu bertindak kreatif, berpikir kreatif, memperjuangkan impiannya, dan membawa perubahan positif di masa depan.

  14. Devani, PPG G2 Kls Rima

    Dari cerita tersebut dapat kita lihat bahwa untuk mencapai kesuksesan diperlukan kegigihan, ketekunan dan kerja keras. Tanpa itu dan hanya berdiam diri maka akan sulit untuk mencapai kesuksesan

  15. Mona Melinda, PPG G2 Kls Rima
    Pesan dari cerita ini adalah jadilah seseorang yang kreativ dengan berani menciptakan hal-hal yang baru dengan penuh semangat dan berani untuk maju.

  16. Hidup itu berproses, harus ada usaha,tekat dan komitmen dalam menjalaninya

  17. Atika Fitri Ayni PBA-NS-0060
    Pesan yang dapat saya ambil dari cerita ini,jadilah lah orang yang memiliki kreativitas positif. Kreatif dalam menyelesaikan permasalahan dan menemukan solusi terbaru yang unik dan terbaru.

  18. MasyaAllah, pokoke kreatif, walaupun sedikit penasara bagaimana bapa Zahid bisa menjadi wakil rakyat iituu…

  19. Cerita tersebut menyampaikan pesan bahwa kreativitas memiliki kekuatan yang luar biasa dalam mengubah nasib seseorang. Melalui karakter Pak Zahid, yang menggunakan kata “pokoke kreatif” sebagai prinsip hidupnya, cerita mengilustrasikan bagaimana kreativitas dapat membawa perubahan signifikan dalam kehidupan, dari menjadi seorang guru honor dengan vespa butut hingga menjadi seorang wakil rakyat dengan mobil mewah. Dengan mengadopsi semangat kreatifitas yang sama, kita diingatkan untuk menjalani kehidupan dengan penuh kreativitas untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *