Ke mana Rahman Harus Melanjutkan Sekolah?
Ke mana Rahman Harus Melanjutkan Sekolah?

Ke mana Rahman Harus Melanjutkan Sekolah?

0 Shares
0
0
0

Rahman bingung. Setamat SMP, kemana dia harus melanjutkan pendidikannya? Apakah ke SMU, SMK,  MAN, ataukah masuk ke pondok pesantren? Menurut Rahman, hal itu perlu dipikirkan dan dipersiapkan masak-masak meski masih cukup waktu untuk memikirkan kemana dia harus melanjutkan sekolah.  Rahman baru duduk di kelas VIII dan menjelang kenaikan kelas.

Pak Budi, ayah Rahman, berpendapat bahwa sebaiknya Rahman melanjutkan sekolahnya ke SMU. Menurut Pak Budi, dengan memasuki SMU, maka peluang Rahman untuk memasuki jurusan apa pun kelak di perguruan tinggi terbuka lebar. Kalau setamat SMP Rahman melanjutkan sekolahnya ke SMK atau pondok pesantren maka jurusan yang dapat diambilnya di perguruan tinggi akan terbatas.

Sebaliknya, Bu Nangningnung, ibu Rahman, berpendapat bahwa sebaiknya Rahman melanjutkan ke pondok pesantren. Menurut Bu Nung, Rahman perlu lebih mendalami agama Islam meskipun tidak harus menjadi mubaligh. Jiwa agamis sangat perlu untuk kehidupan mendatang, baik di dunia maupun akhirat. Bu Nung berpendapat bahwa dengan memasuki pondok pesantren, peluang melanjutkan ke jurusan apa pun di perguruan tinggi juga tidak akan terhambat. Bu Nung sangat tidak setuju jika Rahman melanjutkan ke SMK Teknik atau SMK Bisnis. Menurut Bu Nung,  siswa-siswa SMK sering terlibat tawuran, berkelahi, dan ugal-ugalan.

Razak, kakak tertua Rahman, berpendapat lain. Menurut Razak, sebaiknya Rahman melanjutkan ke SMK Teknik atau dulu dikenal dengan STM. Razak berpendapat bahwa Rahman memiliki bakat di bidang teknik, terutama teknik elektro. Menurut Razak, sarjana elektro sangat dibutuhkan masyarakat dan peluang kerja sangat besar.

Rahman semakin bingung karena Bu Siti, adik Bu Nangningnung, menghendaki Rahman melanjutkan sekolahnya ke SMK Bisnis (dulu dikenal dengan SMEA). Menurut Bu Tini, Rahman sangat cocok untuk menjadi ekonom atau meraih gelar sarjana ekonomi. Kebetulan, Bu Siti tidak  memiliki anak dan sangat menyayangi Rahman. Di samping itu, Bu Siti memiliki toko tekstil yang cukup besar. Bu Siti menghendaki kelak Rahman lah yang mengelola toko tersebut.

Akhirnya, keluarga Rahman berkumpul untuk membicarakan kelanjutan sekolah Rahman.

Perankanlah adegan percakapan keluarga Rahman yang terdiri atas: (1) Rahman, 14 tahun, (2) Pak Budi, ayah Rahman, 50 tahun, (3) Bu Nangningnung,  ibu Rahman, 45 tahun, (4) Bu Siti, adik Bu Nangningnung, 42 tahun, dan (5) Razak, kakak rahman, 21 tahun.

Jadilah kelompok terbaik!

Catatan: Teks ini dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran mapel Bahasa Indonesia setingkat SMP dan yang sederajat.

4 comments
  1. Rahman dapat mempertimbangkan keinginan orangtua, saudara dan bibinya. Karena bisa jadi hal tersebutlah yang membuka sudut pandangnya untuk mengambil langkah selanjutnya untuk pendidikannya. Tetapi, sebaiknya Rahman tidak terlalu ditekan, melainkan diberikan arahan. Semangat Rahman, ini adalah langkah awal kamu untuk masa depan yang indah.

  2. Mungkin saya jika diposisi Rahman akan sangat bingung. Semua pendapat memiliki alasannya masing-masing. Menurut saya Rahman harus mengenal diri nya terlebih dahulu, dimulai dengan menyadari hal yang disukai Rahman atau minat dan bakatnya. Apabila Rahman sudah memiliki mimpi sendiri maka ia akan memilih sekolah sesuai dengan tujuan untuk meraih mimpinya.

  3. Semua usulan dari keluarga Rahman itu baik dan mungkin itu bentuk perhatian dari keluarganya. Tetapi memang di posisi Rahman itu sulit, karena harus memilih salah satu. Menurut saya Rahman memang harus memikirkannya secara matang dengan mengenali bakat, minat, dan kesungguhannya itu dimana, karena itu akan menentukan masa depannya.

  4. Teks ini menggambarkan kompleksitas dalam mengambil keputusan pendidikan bagi Rahman, seorang siswa SMP yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Setiap anggota keluarga memiliki pandangan yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang dan kepentingan pribadi mereka. Keputusan yang diambil akan memengaruhi masa depan Rahman secara signifikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *