Pemain Ulung
Pemain Ulung

Pemain Ulung

0 Shares
0
0
0
Aku tidak jatuh cinta,
sungguh, aku tidak jatuh lalu cinta.
Aku hanya diam,
lalu menyadari sesuatu.

Rasa yang meraup dadaku,
tiba-tiba menenggelamkan akalku.
Entah bagaimana aku menyangkalnya,
semakin lama semakin sakit rasanya.

Aku tak terbiasa dengan buaian manismu,
aku tak terbiasa dengan pujian palsumu.
Aku gadis polos yang percaya,
pada hampir seluruh perkataanmu.

Tuan, terdengar seperti lelucon bagimu,
perkara rasa kau anggap permainan.
Namun bagiku,
ucapanmu menjelma kejelasan.

Bagaimana mungkin aku menjadi istimewa?
Dalam sehari, gadis impianmu.
Dalam sehari, pendampingmu.
Dalam sehari, titik terakhirmu.

Tuan, kau menjadikanku sesuatu,
kau memberiku sesuatu,
sesuatu yang bahkan tak kupahami,
entah cinta,
atau hanya kata-kata merdu.
Citation is loading...

Latih Pemahaman Membaca

Uji pemahaman Anda tentang artikel ini dengan menjawab beberapa pertanyaan interaktif yang dirancang khusus oleh AI kami.

Mulai Latihan Sekarang →
3 comments
  1. Laki-laki memang suka memberikan harapan palsu dan menggantungkan perasaan perempuan. Laki-laki sangat gemar mempermainkan perasaan perempuan, semuanya mereka anggap hanya untuk sebuah kepuasan hiburan semata. Tak ada kejelasan sedikit pun.

  2. Pilihan kata dalam puisimu sangat tajam dan presisi! keren banget dehh soalnya kamu berhasil memotret fenomena love bombing atau rayuan palsu dengan begitu jujur dan emosional. Kontras antara kepolosan sang gadis dan manipulasi sang ‘Tuan’ terasa sangat menyayat hati. Ritme di setiap baitnya mengalir dengan indah, membawa pembaca ikut merasakan kebingungan dan kepasrahan tokohnya di akhir bait. Sebuah karya sastra yang sangat indah.

  3. Puisi nya mennarik karena mampu menggambarkan kebimbangan seseorang dalam memahami perasaan cinta antara percaya dan ragu. Dengan bahasa yang sederhana namun penuh emosi, puisi ini menunjukkan ketulusan, kepolosan, dan kekhawatiran dalam menerima perhatian seseorang. Puisi ini juga mengajarkan pentingnya membedakan cinta yang tulus dengan kata-kata manis yang hanya sementara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *