Runtuh
Runtuh

Runtuh

0 Shares
0
0
0
Ku langkahkan kaki ini,  
menuju puing-puing reruntuhan,
bukan hanya kastil yang bisa runtuh,
namun idealisme pun begitu.

Bagai peradaban yang runtuh,
mimpiku juga begitu,
runtuh menjadi puing-puing,
kekecewaan dan kehampaan.

Itulah puing-puingnya,
sebelum mereka menjadi debu.
Mimpi yang runtuh,
menjadi debu.

Bukannya menjadi nebula,
ia malah menggumpal,
menjadi batu kekesalan,
dan penyesalan.

Siniar Audio

Citation is loading...

Latih Pemahaman Membaca

Uji pemahaman Anda tentang artikel ini dengan menjawab beberapa pertanyaan interaktif yang dirancang khusus oleh AI kami.

Mulai Latihan Sekarang →
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *